Pemain Naturalisasi yang Dihukum FIFA Kembali ke Malaysia
Empat dari tujuh pemain naturalisasi yang dihukum oleh FIFA akibat kasus pemalsuan dokumen kini telah kembali ke Malaysia. Salah satu dari mereka bahkan tidak lagi menerima gaji dari klubnya. Keempat pemain tersebut adalah Rodrigo Holgado, Gabriel Palmero, Facundo Garces, dan Imanol Machuca, yang telah tiba di negara tersebut untuk mencari solusi atas hukuman yang diberikan.
Kejadian ini terkait dengan sanksi yang diberikan oleh FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Mereka dihukum denda dan larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan karena masalah dokumen palsu yang dilakukan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Sanksi ini sangat berdampak besar bagi para pemain dan klub yang menaunginya.
Rodrigo Holgado menjadi salah satu dari empat pemain yang sudah tiba di Malaysia untuk meminta pertanggungjawaban dari FAM. Selain dia, tiga pemain lainnya yaitu Gabriel Palmero, Facundo Garces, dan Imanol Machuca juga turut hadir. Ketiganya dianggap sebagai pemain keturunan yang memiliki hubungan dengan negara asalnya.
Sementara itu, tiga pemain lainnya yaitu Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel kemungkinan besar sudah berada di Malaysia sebelumnya. Meskipun mereka merupakan pemain klub lokal seperti Johor Darul Takzim (JDT), mereka tetap ditangguhkan dari skuad nasional akibat sanksi FIFA.
Menariknya, salah satu pemain yang dihukum ini ternyata sudah tidak lagi menerima gaji dari klubnya. Hal ini terjadi pada Rodrigo Holgado, pemain asal klub Kolombia, America de Cali. Klub tersebut mengumumkan bahwa Holgado telah mengambil cuti tanpa bayaran untuk mengurus kasus naturalisasinya.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (3/9/2025), America de Cali menyatakan bahwa Holgado meminta cuti tanpa bayaran guna menangani situasi terkait sanksi FIFA. Klub juga menegaskan komitmen mereka terhadap transparansi dalam kasus dokumen palsu yang melibatkan pemainnya. Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa klub akan terus menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap institusi dan kepatuhan terhadap aturan klub.
Sanksi larangan beraktivitas sepak bola selama 12 bulan tentu memberatkan bagi para pemain. Mereka terkatung-katung tanpa kejelasan masa depan, sementara klub tidak bisa memainkannya. Bahkan, ada klub yang secara terbuka tidak ikut campur dalam masalah ini.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih belum mengajukan banding atas sanksi FIFA. Mereka memilih untuk menunggu keputusan penuh dari FIFA sebelum mempertimbangkan langkah lebih lanjut. FAM percaya bahwa pengadilan sepak bola FIFA adalah opsi pertama dalam membela diri. Jika masih tidak puas, kasus ini bisa dibawa ke Pengadilan CAS (Court of Arbitration for Sport).
Kembalinya para pemain ke Malaysia menunjukkan bahwa FAM sedang berusaha mencari solusi yang tepat. Namun, proses ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk keputusan FIFA dan respons klub-klub yang terlibat. Dengan situasi yang kompleks ini, semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk menyelesaikan masalah secara adil dan transparan.
