Publica Portal Berita Online
Pemerhati Sepak Bola Banua Menyayangkan Pergantian Martapura FC Menjadi Dewa United Pemerhati Sepak Bola Banua Menyayangkan Pergantian Martapura FC Menjadi Dewa United
Publica.id, Banjarmasin – Kabar mengejutkan yang datang dari klub sepak bola Martapura FC membuat pemerhati sepak bola banua Zainal Hakim prihatin. Kabar pergantian manajemen... Pemerhati Sepak Bola Banua Menyayangkan Pergantian Martapura FC Menjadi Dewa United

Publica.id, Banjarmasin – Kabar mengejutkan yang datang dari klub sepak bola Martapura FC membuat pemerhati sepak bola banua Zainal Hakim prihatin.

Kabar pergantian manajemen dan kepemilikan klub asal Kota Martapura itu menjadi Dewa United dan memilih bermarkas di Tangerang Selatan disayangkan Zainal Hakim.

Menurut Hakim, klub kebanggaan orang Martapura itu memiliki torehan manis selama ada di liga profesional sepak bola Indonesia yaitu Liga 2. Meski belum sementereng saudaranya sesama Banua yaitu Barito Putera, setidaknya klub bermarkas di Stadion Demang Lehman ini sudah menunjukkan kualitasnya di kancah sepak bola Indonesia.

“Kalau benar adanya, kita selaku pemerhati sepakbola banua sangat menyayangkan ini. Karena kita tahu bagaimana perjuangan dan perjalanan Martapura FC sejak dibentuk mulai tahun 2009 sejak memulai dari level paling bawah di divisi III, divisi 2, divisi I, divisi utama, sampai sampai hari ini mampu bertahan di liga 2. Itu sudah merupakan pencapaian yang sangat luar biasa,” ungkap Hakim kepada Publica.id.

Menurut Ketua Harian Asosiasi Futsal Banjarmasin ini, Martapura FC telah mampu memberikan kebanggan bagi para pencinta sepakbola di banua kita Kalimantan Selatan.

“Ini merupakan kabar yang kurang mengenakkan memang bagi kita pencinta sepakbola banua,” sebutnya.

Hakim menjelaskan memang tidak mudah mengelola sebuah klub profesional di era sekarang ini.

“Mengelola sebuah klub profesional tidak hanya melulu tentang masalah financial. Menjadi bias ketika sebagian orang menjadikan kemapanan dan kelihaian mengelola sponsor menjadi tolok ukur profesionalisme suatu klub,” jelas Hakim.

Dewa United

Lebih lanjut, Hakim mengatakan dalam regulasi AFC sendiri telah mensyaratkan lima aspek yang harus dipenuhi untuk menjadi klub profesional. Diatur dalam Club Licencing Regulation, kelima aspek itu adalah Sporting, Infrastucture, Personnel & Administrative, Legal, dan Financial.

“Artinya dalam mengelola klub tidak hanya persoalan finacial/pendanaan. Tetapi ada 5 hal di atas yang juga harus dipenuhi sebuah klub profesional di masa sekarang ini. Jadi kita sedikit memahami apa yg dialami Martapura FC, dan mungkin ini banyak terjadi di klub profesional di Indonesia, tidak hanya Martapura FC,” terangnya.

Hanya saja dikatakan Hakim memang kabar yang menurutnya ini adalah kabar buruk bagi persepakbolaan Kalsel merasa sedih dan menyayangkan saja, hal ini terjadi di Martapura FC secepat ini.

“Mungkin manajemen sudah juga mempertimbangkan hal ini dengan matang. Kita turut ‘Prihatin’,” pungkas anggota dewan Banjarmasin ini.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Martapura FC telah resmi berganti kepemilikan dan mengubah identitasnya menjadi Dewa United. Selain itu, pergantian ini membawa Martapura FC beralih markas ke Tangerang Selatan untuk mengisi kekosongan klub di kota tersebut.

Pergantian sendiri sudah diumumkan secara resmi melalui virtual oleh CEO Dewa United, Kevin Hardiman, Senin (22/2/2021).

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *