Pemerintah Kota Yogyakarta Meraih Tiga Penghargaan Nasional dalam TP2DD Championship 2025
Pemerintah Kota Yogyakarta, melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), berhasil meraih tiga penghargaan di tingkat nasional dalam ajang TP2DD Championship 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya digitalisasi yang dilakukan oleh pemerintah kota telah sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Dedi Budiono, Asisten Administrasi Umum Kota Yogyakarta yang juga anggota TP2DD Kota Yogyakarta, menyampaikan bahwa prestasi ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi pemerintah setempat. “Ini menunjukkan bahwa upaya digitalisasi yang kita lakukan telah berada pada jalur yang tepat,” ujarnya.
Juara 1 Program Unggulan Terbaik Kategori Ketersediaan Layanan Sinyal/Jaringan
Salah satu penghargaan yang diraih adalah Juara 1 Program Unggulan Terbaik Kategori Ketersediaan Layanan Sinyal/Jaringan. Program tersebut diberi nama Sistem Penataan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (Senapati). Dedi menjelaskan bahwa Senapati merupakan solusi penataan kota modern yang memastikan pemerataan layanan digital sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih bersih dan tertata.
Juara 3 Program Unggulan Terbaik Kategori Layanan Sistem Pembayaran
Selain itu, QRISNA 2.0, layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah berbasis QRIS Dinamis, berhasil meraih Juara 3 Program Unggulan Terbaik Kategori Layanan Sistem Pembayaran. Layanan ini merupakan hasil kolaborasi inovatif antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Bank Pembangunan Daerah DI Yogyakarta, serta Bank Indonesia.
“QRISNA 2.0 adalah bentuk peningkatan layanan agar masyarakat bisa membayar kewajiban daerah secara lebih efisien. Integrasi penuh ini menjadi langkah penting dalam memperluas ekosistem transaksi non-tunai di Kota Yogyakarta,” jelas Dedi.
Terbaik 3 TP2DD Kota Wilayah Jawa–Bali
Selain dua penghargaan di atas, TP2DD Kota Yogyakarta juga meraih peringkat terbaik ketiga dalam kategori TP2DD Kota Wilayah Jawa–Bali. Hal ini menunjukkan bahwa kota Yogyakarta tidak hanya unggul dalam hal layanan digital, tetapi juga dalam kerja sama dan koordinasi antar lembaga.
Langkah Penguatan Infrastruktur Digital
Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan berhenti dengan diterimanya tiga penghargaan penting ini. Dedi menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital, terutama pembangunan ducting bawah tanah untuk penempatan kabel, akan terus diperluas. “Selain memperluas akses digitalisasi, langkah ini juga membuat Kota Yogyakarta semakin tertata, indah, dan nyaman bagi warga maupun wisatawan,” jelasnya.
Apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa TP2DD Championship digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang ikut mendorong perkembangan ekosistem digital secara signifikan. Hingga Semester I/2025, tercatat ada 501 pemerintah daerah yang telah memiliki regulasi, kanal, kesiapan dan ketersediaan sistem, serta dukungan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang memadai dalam hal layanan digital.
Dalam siaran persnya, Haryo menyebut bahwa para pemenang penghargaan itu diusulkan untuk mendapatkan insentif fiskal, sama seperti pemenang di tahun-tahun sebelumnya. “Sebagai dukungan nyata pemerintah pusat terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong digitalisasi daerah,” pungkasnya.
