Publica Portal Berita Online
Pengusir Bosan di Tengah Pandemi, Peminat Ikan Hias di Banjarmasin Meningkat Pengusir Bosan di Tengah Pandemi, Peminat Ikan Hias di Banjarmasin Meningkat
Publica.id, Banjarmasin – Pandemi virus corona (Covid-19) bukan hanya meninggalkan sengsara, tetapi juga berkah bagi sebagian orang,  khususnya bagi para pelaku ikan hias. Benar... Pengusir Bosan di Tengah Pandemi, Peminat Ikan Hias di Banjarmasin Meningkat

Publica.id, Banjarmasin – Pandemi virus corona (Covid-19) bukan hanya meninggalkan sengsara, tetapi juga berkah bagi sebagian orang,  khususnya bagi para pelaku ikan hias.

Benar saja, terhitung selama beberapa bulan terakhir, tepatnya saat pandemi melanda Kota Banjarmasin, jumlah peminat ikan hias justru terus bertambah.

Seperti gerai ikan hias berjenis predator yang ada di kawasan Benua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Pemilik gerai, M Khairani mengungkapkan, ada banyak warga yang memelihara ikan hias sebagai hobi baru selama pandemi.

Tak ayal, hal itu, membuat usaha yang ia lakoni bersama rekan-rekannya pun ramai didatangi pengunjung. Alias, ikan hias ramai dibeli kemudian dikoleksi.

“Dalam sehari saja, kami bisa didatangi puluhan pengunjung. Paling banyak, pada bulan April dan Mei lalu,” ungkapnya kepada Publica.id, Sabtu (19/12/2020).

Menurutnya, ramainya pembeli ikan hias di masa pandemi, lantaran warga mulai jenuh dan membutuhkan hiburan untuk mengisi waktu luang. Terlebih, menurutnya, memelihara ikan juga diklaim mampu mengusir stres.

“Kalau melihat ikan-ikan, rasanya lebih fresh saja,” tambahnya.

Sementara, menilik ikan-ikan yang ada di gerai milik Khairani, rata-rata ikan yang ada berjenis predator alias pemangsa seperti Tiger Fish, Piranha, hingga Pari.

Ada juga Leopard, Red Tail Catfish hingga arwana yang merupakan ikan asli lokal.

Terkait ikan seperti apa yang paling banyak dicari dari kalangan ikan pemangsa, Khairani juga membeberkan bahwa Arwana lah juaranya.

“Untuk anakan arwana Silver, kisaran harganya Rp100 ribu ke atas. Tapi yang beli, biasanya sepasang,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana dengan sekarang ini? Apakah masih seramai bulan-bulan sebelumnya?

Khairani tak menampik bahwa kini peminatnya tak seramai dahulu. Kendati demikian, bukan berarti tak ada seorang pun yang datang.

“Masih ada. Dan masih untung. Saya rasa, sampai kapan pun, ikan-ikan seperti ini masih layak dikoleksi,” tutupnya.

Reporter : M Syaiful Riki

Editor: Ahya Firmansyah

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *