Operasi Pencarian Korban Hilang Pasca Longsor di Cilacap Berlanjut
Operasi pencarian terhadap korban yang hilang akibat longsoran di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) terus berlangsung hari ini (15/11). Data terkini menunjukkan bahwa masih ada sebanyak 20 orang yang belum ditemukan. Untuk mempercepat proses pencarian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah meningkatkan jumlah alat berat yang digunakan dua kali lipat.
Awalnya, hanya 4 unit alat berat yang dikerahkan, namun kini jumlahnya bertambah menjadi 8 unit. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan menyampaikan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan mulai pagi hari ini. Hal ini merupakan hasil dari rapat koordinasi bersama seluruh jajaran di Cilacap pada malam hari sebelumnya.
”Alat berat yang semulanya 4 unit, kami minta tambah dua kali lipat menjadi 8 unit. Jika nanti masih kurang, akan kami tambah lagi alat beratnya,” ujar Budi.
Selain alat berat, ratusan personel dari Tim SAR Gabungan juga turut serta dalam operasi pencarian. Mereka dibantu oleh anjing pelacak dari Polri dan unit K9 Kantor SAR Semarang. Pemakaian anjing pelacak dimaksudkan untuk mendeteksi keberadaan korban yang diduga tertimbun material longsor.
Dukungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Warga Terdampak
Selain fokus pada operasi SAR, BNPB juga berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, BNPB menyediakan berbagai kebutuhan seperti bahan makanan, tenda, selimut, dan matras.
”Dalam fase tanggap darurat ini, secara paralel BNPB juga berkomitmen untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak,” tambah Abdul Muhari.
Longsor yang terjadi di Cilacap terjadi pada Kamis malam. Sebelum peristiwa tersebut, daerah tersebut diguyur hujan deras. Warga sempat mendengar suara gemuruh sebelum menyadari bahwa longsoran sudah melanda. Menurut data BNPB, lokasi longsor berada di daerah perbukitan, sehingga material longsor menimbun permukiman warga yang berada di atas bukit tersebut.
Data Korban dan Arahan Presiden
Saat ini, data terakhir mencatat sebanyak 3 korban meninggal dunia. Sementara itu, jumlah korban hilang masih sebanyak 20 orang. Operasi pencarian korban dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
BNPB juga telah menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung dan terlibat dalam penanggulangan bencana yang terjadi di Cilacap. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada warga terdampak bencana.
Upaya Percepatan Pencarian
Untuk memastikan proses pencarian berjalan efektif, BNPB terus memantau situasi dan siap melakukan penambahan sumber daya jika diperlukan. Dengan penggunaan alat berat yang lebih banyak dan bantuan anjing pelacak, diharapkan dapat mempercepat penemuan korban yang hilang.
Tim SAR Gabungan juga tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk aparat kepolisian dan lembaga penyelamat lainnya. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan dapat meminimalisir risiko dan memberikan bantuan yang cepat serta tepat sasaran bagi warga yang terkena dampak bencana.
