News

Pernyataan Rocky Gerung tentang Polisi dan Jalan Sangat Relevan di Parung Panjang

Peran Polisi di Jalan Raya dan Masalah yang Terjadi di Parung Panjang

Pandangan dari seorang pengamat politik, Rocky Gerung, tentang peran penting polisi di jalan raya menarik perhatian banyak pihak. Menurutnya, polisi dan jalan raya memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa kehadiran polisi, jalan raya bisa menjadi tempat yang tidak terkendali dan rentan terhadap tindakan yang tidak aman.

Rocky Gerung menyampaikan bahwa jalan raya bukan milik polisi, tetapi tanpa pengawasan dari pihak berwajib, jalan tersebut bisa menjadi arena bagi tindakan brutalisme. Hal ini sangat relevan dengan situasi yang terjadi di Parung Panjang selama bertahun-tahun, di mana kondisi jalan sering kali kacau dan tidak teratur.

Salah satu pihak yang mengungkapkan hal ini adalah Akvitis sekaligus konten kreator, Ronald Aristone Sinaga atau dikenal sebagai Bro Ron. Ia menjelaskan bahwa absennya petugas kepolisian dalam mengatur lalu lintas di Parung Panjang disebabkan oleh jumlah polantas di Polsek Parung Panjang yang sangat sedikit. Hanya ada dua orang petugas yang bertugas di sana, padahal lalu lintas di wilayah tersebut sangat padat.

Bro Ron mengungkapkan bahwa setiap hari, sekitar 3.000 truk melintasi Parung Panjang. Belum lagi kendaraan roda dua dan empat dari masyarakat umum yang juga memadati jalan utama. Kondisi ini membuat jalan raya di Parung Panjang menjadi liar dan tidak terkendali.

Truk-truk tambang sering kali melintas di luar jam operasional yang telah ditetapkan oleh Peraturan Bupati Bogor Nomor 56 Tahun 2023. Hal ini memperparah keruwetan dan kesemrawutan di jalan utama Parung Panjang.

Namun, kabar baik datang dari kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia memberlakukan larangan sementara bagi truk tambang untuk beroperasi hingga para pengusaha tambang bersedia mematuhi aturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk melindungi jalan utama Parung Panjang dan sekitarnya yang sedang dalam proses perbaikan.

Dedi Mulyadi sengaja menghentikan aktivitas pertambangan sementara waktu agar jalan yang sedang diperbaiki tidak rusak dalam hitungan bulan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya, beberapa proyek perbaikan jalan di Parung Panjang mengalami kerusakan akibat lalu lintas yang tidak terkendali.

Dengan adanya larangan tersebut, kondisi jalan raya di Parung Panjang mulai mereda. Namun, masalah utama tetap ada, yaitu jumlah petugas kepolisian yang tidak cukup untuk mengatur lalu lintas yang sangat padat. Ini menunjukkan bahwa solusi jangka panjang harus mencakup peningkatan jumlah personel polantas di wilayah tersebut.

Selain itu, diperlukan juga koordinasi yang lebih baik antara pihak berwajib dan pengusaha tambang agar aturan lalu lintas dapat ditegakkan secara efektif. Dengan begitu, jalan raya di Parung Panjang dapat kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Penulis: Nida’an Khafiyya