Teknologi

Persebata Lembata Taklukkan Gresik United 2-0, Kemenangan Pertama Berat

Persebata Lembata Mengalahkan Gresik United dalam Kejutan Besar

Persebata Lembata berhasil memberikan kejutan besar dalam laga lanjutan Grup D Liga Nusantara 2025/2026. Tim asal Lembata ini mampu mengalahkan Gresik United dengan skor akhir 0-2. Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Persebata yang sebelumnya dianggap sebagai tim pesakitan di grup ini.

Laga antara Gresik United dan Persebata Lembata digelar di Lapangan Pasiran, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (12/12/2025) sore. Hasil ini benar-benar menjadi kejutan karena Gresik United tampil dengan kepercayaan diri tinggi setelah dua pertandingan terakhir mereka meraih kemenangan. Sementara Persebata Lembata justru berada di posisi bawah klasemen Grup D.

Dari tiga pertandingan yang telah dijalani, Persebata hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan. Namun, di laga ini, mereka berhasil mencetak dua gol yang dipersembahkan oleh Yohanes Abdn Baghi di menit 26 dan Ronaldus Yovandi di menit 66.

Pelatih Persebata Lembata, Edward Y Togo, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah timnya meraih kemenangan perdana. Ia menyampaikan rasa syukur atas poin yang diraih.

“Puji Tuhan kami dapat 3 poin, ini yang kami rindukan selama ini bahwa kami sulit mencetak gol. Tapi hari ini lewat kerja keras, lewat totalitas saat menyerang kami bisa membuahkan hasil,” ujar Edward Y Togo setelah pertandingan.

Ia juga mengungkapkan bahwa ada perubahan taktikal dalam pertandingan ini dibanding laga-laga sebelumnya. Menurutnya, ia lebih fokus pada kelemahan tim Gresik United, yang kemudian dimanfaatkan untuk mencuri kemenangan.

Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal oleh Persebata Lembata. Salah satu pemain mereka, Valentinus Rimo, mendapat kartu merah. Sementara satu pemain lainnya mendapat kartu kuning dan harus absen di laga selanjutnya karena akumulasi kartu.

“Memang hari ini kami kerugian, satunya akumulasi, satunya kartu merah. Jelas menjadi kerugian vital untuk kami,” tambah Edward Y Togo.

Ia juga mengakui bahwa manajemen emosi menjadi masalah utama bagi Persebata Lembata. Sebagai tim dari daerah timur dengan karakter keras dan mudah terpancing emosi, sering kali hal ini berujung pada kartu merah.

“Ke depan kami akan berusaha memotivasi pemain untuk menahan diri. Karena lawan tahu kelemahan tim Lembata ada di situ. Kalau itu terpancing sudah bahaya, terganggu untuk tim,” pungkasnya.

Sambut Kemenangan Perdana

Pemain Persebata Lembata, Yohanes Abdn Baghi, tampak bahagia menyambut kemenangan perdana timnya. Ia menyebutkan bahwa kemenangan ini didapat berkat dukungan dan doa masyarakat Lembata.

“Semoga kami bisa konsisten lagi di pertandingan berikutnya dan kami bisa membanggakan nama Lembata,” kata Yohanes Abdn Baghi.


Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya