News

Pertamina Jamin Tidak Ada Keluhan Konsumen di SPBU Gito Gati Sleman Soal Pertamax TerCampur Solar, Hanya di Medsos

Penjelasan Pertamina Patra Niaga Mengenai Dugaan Kontaminasi BBM di SPBU Gito-Gati

Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan tambahan terkait dugaan kasus BBM Pertamax yang terkontaminasi solar di SPBU Gito-Gati, Sleman. Hanya satu aduan yang viral di media sosial melalui akun Instagram @Merapi_Uncover yang menjadi perhatian.

Menurut Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng dan DIY, Taufiq Kurniawan, hingga kini belum ada konsumen yang datang langsung ke SPBU untuk melaporkan masalah tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada keluhan lain yang masuk ke SPBU Gito Gati selain dari laporan yang muncul di media sosial.

“Kami ingin menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada konsumen yang datang ke SPBU dan mengeluhkan kendala terkait BBM,” ujar Taufiq dalam keterangan video yang diterima.

Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa SPBU sudah memiliki mekanisme standar untuk memberikan ganti rugi jika memang ada kendaraan yang mengalami kerusakan akibat BBM yang dibeli di SPBU. Oleh karena itu, Pertamina mendorong konsumen untuk segera melapor jika menemukan masalah.

Taufiq menyarankan konsumen yang mengeluhkan kendaraannya bermasalah akibat BBM untuk langsung datang ke SPBU terkait. Laporan tersebut akan diverifikasi melalui rekaman CCTV dan pengujian sampel BBM. “Jika ternyata ada indikasi kebocoran atau kontaminasi, SPBU akan bertanggung jawab dengan memberikan ganti rugi biaya perbaikan kendaraan tersebut,” tegasnya.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga telah berupaya menghubungi konsumen yang melaporkan masalah melalui media sosial, termasuk akun yang pertama kali menyebarkan dugaan kasus tersebut. Namun, Taufiq menyampaikan bahwa pihaknya kesulitan memperoleh informasi lebih lanjut karena konsumen meminta identitasnya disamarkan.

“Kami sudah mencoba menghubungi konsumen yang melaporkan lewat media sosial, meski dengan alasan mereka minta disamarkan. Kami harap mereka bisa lebih terbuka agar dapat dilakukan penyelesaian bersama,” jelas Taufiq.

Ia menambahkan bahwa selain melalui laporan langsung, Pertamina juga memiliki kanal resmi yaitu Pertamina Call Center 135 untuk menampung segala bentuk keluhan konsumen. “Jadi, tidak harus melalui media sosial. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” pungkasnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Pertamina

Berikut beberapa langkah yang diambil oleh Pertamina Patra Niaga dalam menangani dugaan kontaminasi BBM:

  • Verifikasi Laporan: Semua laporan yang masuk akan diverifikasi melalui rekaman CCTV dan pengujian sampel BBM.
  • Ganti Rugi: Jika terbukti ada kerusakan akibat BBM, SPBU akan memberikan ganti rugi biaya perbaikan kendaraan.
  • Komunikasi dengan Konsumen: Pertamina berusaha menghubungi konsumen yang melaporkan masalah, meskipun dengan alasan identitas disamarkan.
  • Kanal Komunikasi Resmi: Selain media sosial, konsumen dapat melaporkan keluhan melalui Pertamina Call Center 135.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menjaga kualitas BBM dan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Penulis: Nida’an Khafiyya