Teknologi

PHRI sebut Bali masih jadi destinasi favorit, okupansi hotel tembus 70 persen

bali.Publica.id, DENPASAR – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ikut gerah dengan kampanye negatif di media sosial terkait kondisi pariwisata Bali.

Narasi yang dibangun, Bali kini ditinggalkan turis karena mereka memilih berlibur ke Yogyakarta dan sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand dan Vietnam.

Wakil Ketua PHRI Badung Komang Alit Ardana menduga isu itu dihembuskan oleh kompetitor yang merasa tersaingi dengan kinerja positif pariwisata Bali.

Alit Ardana mengatakan tidak fair membandingkan Bali dengan pariwisata negara jiran karena tidak sebanding.

“Tidak fair kalau Bali disandingkan dengan negara Malaysia, Singapura, Thailand.

Kami harus berperan dalam menggairahkan dan menjawab isu ini bahwa Bali masih layak dikunjungi dan destinasi terbaik,” ujar Komang Alit Ardana.

Sebagai bukti pemesanan kamar hotel mulai penuh mulai 24 Desember hingga pekan pertama 2026.

Alit Ardana mengatakan okupansi yang tercatat oleh PHRI berkisar 70 persen.

“Untuk saat ini dominan turis domestik.

Turis asing rata-rata kembali ke negaranya untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.

Ini siklus normal pariwisata di Bali,” kata Komang Alit Ardana.                      

Berdasar data BPS Bali, pada 2024, dari 593 akomodasi hotel berbintang di Bali, sebanyak 417 hotel berada di Badung dengan jumlah kamar mencapai 48.257 unit.

Hotel non-bintang di Badung mencapai 1.182 dari total di Bali mencapai 3.582 unit.

Menurutnya, faktor cuaca ikut mempengaruhi kunjungan wisatawan Nusantara ke Bali.

Meski demikian, ia mengeklaim kunjungan wisatawan ke Bali tetap tinggi.

“Cuaca ekstrem mempengaruhi, tetapi animo wisatawan domestik memanfaatkan liburan di Bali cukup besar.

Buktinya di penyeberangan (Ketapang-Gilimanuk) kendaraan mengular,” tutur Komang Alit Ardana. (lia/JPNN)

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya