News

PLN Konsisten Cetak Laba Sejak 2013, Kinerja Keuangan Membaik

Kinerja Keuangan PLN Menunjukkan Tren Positif

Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan INDEF, Abra Talattov, menyatakan bahwa kinerja keuangan PT PLN (Persero) menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini telah berhasil mencatatkan laba secara konsisten sejak tahun 2013, dengan satu-satunya kali mengalami kerugian pada tahun tersebut.

“PLN terakhir kali mencatatkan kerugian pada tahun 2013. Sebelum dan sesudah periode itu, perusahaan secara konsisten mencatat laba yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa PLN mampu menjalankan peran sebagai badan usaha sekaligus pelaksana pelayanan publik secara efektif,” ujar Abra dalam keterangannya.

Pendapatan PLN Meningkat di Semester I Tahun 2025

Berdasarkan laporan keuangan semester I tahun 2025 yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), PLN berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp281 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp262 triliun.

Pendapatan PLN berasal dari beberapa sumber utama, antara lain:
* Penjualan tenaga listrik sebesar Rp179 triliun
* Penyambungan pelanggan sebesar Rp1,05 triliun
* Subsidi listrik dari pemerintah sebesar Rp40 triliun
* Pendapatan kompensasi sebesar Rp55 triliun
* Pendapatan lain-lain sebesar Rp6,05 triliun

Sementara itu, total beban usaha PLN pada Januari hingga Juni 2025 tercatat sebesar Rp251 triliun. Laba usaha PLN pada semester I 2025 tercatat sebesar Rp30 triliun, meningkat dari Rp28 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Struktur Keuangan PLN Tetap Sehat

Abra juga menjelaskan bahwa struktur keuangan PLN masih dalam kondisi sehat. Rasio utang terhadap aset tercatat di bawah 50 persen, sementara rasio utang terhadap ekuitas sebesar 69,1 persen. Menurutnya, angka-angka tersebut masih berada dalam batas yang wajar untuk perusahaan berskala besar.

“Ini menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan PLN sudah cukup baik, dengan menjaga berbagai rasio keuangan tetap dalam kendali,” tambahnya.

Pentingnya Pengembangan Energi Terbarukan dan Digitalisasi Jaringan

Sebagai perusahaan milik negara yang mengemban mandat pelayanan publik, keberlangsungan keuangan PLN tetap membutuhkan dukungan pemerintah, terutama dalam hal pengelolaan utang. Selain itu, PLN dinilai aktif melakukan diversifikasi pendapatan di luar penjualan listrik guna menjaga profitabilitas jangka panjang.

“Keuntungan yang besar sangat penting untuk mendukung kebutuhan investasi ke depan, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan dan digitalisasi jaringan kelistrikan,” ucap Abra.

Penulis: Nida’an Khafiyya