Teknologi

Renungan Katolik Harian: Kebijaksanaan Manusia 2 Desember 2025

Renungan Harian Katolik

Selasa, 2 Desember 2025

Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD

Akal Kebijaksanaan Manusia Tak Menembus Rahasia Kerajaan Allah

Yesus bergembira dalam Roh karena Kerajaan-Nya disembunyikan bagi orang bijak dan pandai tetapi dinyatakan kepada orang kecil. Hal ini mengajarkan kita bahwa kebijaksanaan manusia yang terbatas tidak akan pernah mampu memahami kehendak Allah yang maha luas.

Allah adalah Maha Tahu. Misteri keagungan-Nya tidak dapat dijangkau oleh kepandaian akal manusia. Oleh karena itu, iman menjadi kunci untuk merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Dengan beriman, kita merasa nyaman, dan kerendahan hati membuka cakrawala pikiran yang terbatas untuk menerima apa yang Tuhan berikan dalam hidup demi keselamatan kita.

Orang Kecil dan Bersahaja Berkenan kepada Allah

Hanya orang bersahaja dan orang-orang kecil yang berkenan kepada Allah. Keunggulan mereka adalah berserah secara total kepada Tuhan. Inilah alasan mengapa Yesus bergembira. Merasa diri pandai dan bijak tidak cukup untuk menjamin keamanan dalam iman. Oleh karena itu, rahasia Kerajaan Allah dalam Diri Yesus tersembunyi bagi siapa pun yang merasa diri bijak dan pandai.

Orang-orang kecil dan bersahaja jauh dari rasa khawatir dan gelisah karena mereka merindukan Tuhan dan mendapatkan mahkota hidup. Hidup dalam spirit berserah pada Tuhan membuat mereka optimis bahwa masa kini dan masa depan terjamin karena Tuhan adalah Hakim yang adil dan benar. Meskipun hidup penuh tantangan, mereka tetap merasa ada kedamaian.

Keadilan dan Damai dalam Kitab Yesaya

Dalam warta tentang damai, Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan datang untuk menghakimi orang-orang lemah dengan adil, benar, dan jujur. Dengan demikian, damai meliputi bumi. “Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.” (Yes 11:3b). Hendaknya kita tetap menjadi pribadi yang rendah hati, baik kita pandai atau tidak. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.” (Yak 4:6).

Pemazmur berkata, “Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya, dan damai sejahtera berlimpah.” (Mzm 72:7se-8). Allah Maha Tahu, mari kita berserah total kepada-Nya. Allah dalam Yesus memperhatikan orang-orang kecil dan sederhana. Misi utama Yesus adalah menolong dan melayani mereka. Ia karib dengan mereka sebab mereka siap menerima rahasia Kerajaan-Nya.

Belajar dari Kerendahan Hati

Belajar dari kebesaran kerendahan hati orang kecil, kita menjadi insyaf bahwa kesombongan memisahkan orang dan mencelakakan diri sendiri. Kerendahan hati menyatukan orang dan mendatangkan berkat atas hidup. Semoga kita belajar rendah hati seperti orang-orang kecil, sehingga Yesus pun bergembira atas diri kita dan menganugerahkan rahasia Kerajaan-Nya kepada kita juga.

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya