Teknologi

Respons Bahlil, Bupati Lampung Tengah Kader Golkar Ditangkap KPK, Ini Profil Ardito Wijaya

Bupati Lampung Tengah Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT). Penangkapan ini dilakukan setelah tim penyidik KPK melakukan penggerebekan terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi. Penangkapan tersebut telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, melalui pesan tertulis.

Ardito Wijaya, yang kini menjadi bupati di Lampung Tengah, adalah seorang dokter lulusan Universitas Trisakti pada tahun 2005. Sebelum memasuki dunia politik, ia bekerja sebagai tenaga kesehatan di berbagai puskesmas di Lampung Tengah. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Karang Taruna, dan Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI).

Sebelum menjabat sebagai bupati, Ardito pernah menjadi anggota legislatif di DPRD Kabupaten Lampung Tengah. Ia juga memiliki pengalaman organisasi lainnya seperti menjadi Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Partai Golkar Provinsi Lampung periode 2017/2022. Di samping itu, ia juga tercatat sebagai anggota komite eksekutif PSSI Kota Metro hingga 2021 dan wakil ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2018/2022.

Penangkapan dan Respons dari Partai Golkar

Penangkapan Bupati Ardito Wijaya menimbulkan reaksi dari Partai Golkar. Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi resmi mengenai penangkapan tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa partainya akan menghormati proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji, menjelaskan bahwa Ardito Wijaya merupakan kader partai yang baru masuk. Menurutnya, Ardito sebelumnya mencalonkan diri dalam Pilkada menggunakan partai lain. Ia baru saja bergabung dengan Partai Golkar beberapa waktu lalu, sehingga belum sepenuhnya mantap sebagai kader partai.

Profil Lengkap Bupati Ardito Wijaya

Ardito Wijaya menikah dengan Indria Sudrajat dan telah dikaruniai dua orang anak. Sebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah menjadi dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya selama satu tahun (2010-2011) dan kemudian di Puskesmas Rumbia (2011-2012). Pada tahun 2014, ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) di Dinas Kesehatan Lampung Tengah hingga tahun 2016.

Selain kegiatan profesional, Ardito juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjadi koordinator IDI cabang Lampung Tengah selama tiga tahun (2016-2019), anggota majelis pertimbangan karang taruna Kota Metro (2017-2022), dan wakil ketua DPD ASTTI. Selain itu, ia juga menjadi Ketua AMPI Partai Golkar Provinsi Lampung periode 2017/2022 dan anggota PSSI Kota Metro (2018-2021).

Keterlibatan dalam Pilkada dan Perubahan Partai

Ardito Wijaya pada Pilkada 2024 diusung oleh PDI Perjuangan meskipun bukan kader partai tersebut. Fungsionaris PDIP Lampung, Watoni Noerdin, mengatakan bahwa saat itu Ardito adalah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, PKB tidak mengusungnya, sehingga PDI Perjuangan memutuskan untuk berdiri sendiri dalam pemilihan.

Meski diusung oleh PDI Perjuangan, partai tersebut tidak pernah melantik Ardito sebagai kader. Ia hanya diminta menjalankan visi-misi pemerintahan sesuai dengan agenda partai. Saat ini, Ardito telah menyatakan diri sebagai kader Partai Golkar. Ia dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Lampung 2 pada Minggu (30/11/2025).

Dugaan Terkait OTT

Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terkait dugaan suap dalam pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Selain Bupati Ardito Wijaya, sejumlah pihak lain juga turut diamankan dalam operasi ini. Tim penyidik KPK sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.

Watoni Noerdin menyampaikan keprihatinan atas penangkapan Bupati Ardito Wijaya. Ia menganggap Ardito sebagai kader terbaik di Lampung Tengah. Meski kini bergabung dengan Partai Golkar, PDI Perjuangan tetap menjadi partai pengusung saat Pilkada.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya