Rumah Khas Banjar di Banua Anyar Diusulkan Jadi Cagar Budaya

publica.id, Banjarmasin – Sebuah rumah tua khas Banjar yang berada di kawasan Jalan 9 November, Kelurahan Banua Anyar, diusulkan menjadi cagar budaya.

Agar keinginan terwujud, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menerjunkan Tim Pendaftaran dan Ahli Cagar Budaya Kota Banjarmasin untuk melakukan kajian.

Belakangan diketahui, sang pemilik Rumah Banjar tersebut Nur Hayani (72), seorang pensiunan guru agama di salah satu sekolah di Banjarmasin.

Nur Hayani menuturkan, rumah tersebut dibangun Kakeknya sejak dirinya masih kecil, tepatnya tahun 1842 silam.

“Kakek saya dulunya seorang Pembakal Pengambangan yang membangun rumah ini,” tuturnya

Rumah Banjar ini, sebut Hayani, tidak pernah mengalami perubahan, namun hanya dibuat ruangan untuk kamar di dalam rumah.

“Karena rumah dulu itu bentuknya anjungan saja atau lost, yang diperbaiki halaman depan, atapnya dan cat rumah dulu warna hijau sekarang warna cream muda,” sebutnya.

Ia pun mengakui, rumah tersebut ditawar turis asal Korea sebesar Rp1 miliar, karena tertarik dengan bentuk unik bangunan dan sebagian besar berbahan kayu Ulin asal Kalimantan.

“Dulu tahun 80an orang korea datang ke sini.Namun saya tolak untuk menjualnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ikhsan Al-Haq menuturkan, tim cagar budaya sudah turun untuk melakukan riset lebih mendalam terhadap Rumah Banjar Bini tersebut.

“Karena usianya sudah berusia 175 tahun, Jadi kita teliti dulu, apakah ada fungsi-fungsi misalnya terkait perjuangan kemerdekaan tempo dulu dan memang ini masih dalam riset ahli cagar budaya. Hasilnya akan menjadi rekomendasi pihaknya untuk mengusulkan Rumah Banjar Bini ini masuk dalam situs cagar budaya.Apakah itu masuk dalam kategori kota, provinsi atau nasional nanti,” pungkasnya.

Reporter : Dicky
Editor : husein

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *