News

Rumor! Xavi Jadi Target Manchester United di Tengah Tekanan pada Amorim

Manchester United Kembali Diterpa Isu Perubahan Pelatih

Manchester United kembali menjadi sorotan setelah muncul kembali isu pergantian manajer. Performa yang tidak stabil di Liga Premier membuat suara-suara dari berbagai pihak mulai menuntut perubahan. Salah satu nama yang muncul sebagai kandidat utama adalah Xavi Hernández, mantan pelatih Barcelona. Menurut laporan Fabrizio Romano, Xavi disebut sedang mempertimbangkan tawaran untuk menggantikan Ruben Amorim jika manajemen klub memutuskan untuk berpisah.

Posisi Amorim semakin terancam. Sejak ditunjuk sebagai pelatih baru menggantikan Erik ten Hag, ia hanya berhasil meraih 33 poin dari 34 pertandingan. Rata-rata satu poin per pertandingan jelas tidak cukup untuk memenuhi ekspektasi publik. Kekalahan 1-3 dari Brentford akhir pekan lalu semakin memperburuk situasi. Media Inggris dan para penggemar mulai kehilangan kesabaran, memberi tekanan besar kepada manajemen klub.

Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas yang kini memegang kendali operasional sepak bola klub, dikabarkan sedang meninjau opsi perubahan. Xavi menjadi salah satu nama yang paling diminati. Rekam jejaknya dalam membawa Barcelona menjuarai La Liga 2022/23 serta reputasinya sebagai pelatih muda yang progresif membuatnya menjadi kandidat kuat. Meski telah meninggalkan Camp Nou pada akhir musim lalu, Xavi masih dipandang sebagai sosok yang bisa membawa kembali identitas sepak bola menyerang yang dulu menjadi ciri khas Manchester United.

Namun, Xavi bukan satu-satunya kandidat. Gareth Southgate, pelatih timnas Inggris, juga masuk dalam daftar pendek. Sementara itu, Oliver Glasner dari Crystal Palace dan Andoni Iraola dari Bournemouth juga sedang diamati. Nama Fabian Hurzeler, pelatih muda Brighton, juga muncul sebagai opsi jangka panjang. Meski begitu, United mungkin harus bersiap menyediakan kompensasi sekitar 12 juta pounds jika ingin memutus kontrak Amorim sebelum waktunya.

Xavi belum memberikan pernyataan resmi, tetapi menurut Romano, pelatih berusia 44 tahun ini tertarik jika proyeknya jelas dan ambisius. Hubungannya dengan beberapa pemain La Masia yang kini bermain di Liga Inggris serta pengalamannya menghadapi tekanan di klub besar dinilai cocok untuk atmosfer Old Trafford.

Bagi Manchester United, pergantian manajer bukanlah keputusan ringan. Tim masih bersaing di kompetisi Eropa dan jadwal yang padat menanti. Namun catatan buruk, termasuk hanya satu kemenangan dalam enam laga terakhir liga dan lini pertahanan yang sering kebobolan rata-rata dua gol per pertandingan, membuat desakan perubahan semakin keras.

Jika Ratcliffe benar-benar ingin memulai era baru, mendatangkan Xavi bisa menjadi langkah berani yang menandai pergeseran filosofi. Dengan latar belakang sebagai maestro lini tengah Barcelona, Xavi membawa citra sepak bola menyerang yang sejalan dengan sejarah United. Meski tantangan adaptasi ke Premier League tentu menanti, kemampuan Xavi dalam membangun tim dengan gaya bermain yang menarik bisa menjadi nilai tambah.

Untuk saat ini, Ruben Amorim tetap memimpin tim. Namun, setiap hasil buruk berikutnya berpotensi menjadi pemicu resmi dimulainya negosiasi. Semua mata kini tertuju pada Old Trafford, menanti apakah rumor Xavi hanya sekadar gosip atau awal dari perubahan besar di Manchester United.

Penulis: Nida’an Khafiyya