News

Rupiah Melemah di Hadapan Euro, Yen, dan Dolar Singapura

Rupiah Mengalami Pelemahan terhadap Banyak Mata Uang Asing

Nilai tukar rupiah mengalami penurunan terhadap sejumlah mata uang asing, termasuk dolar AS, yen Jepang, dan dolar Singapura sepanjang tahun 2025. Data menunjukkan bahwa rupiah ditutup menguat 0,35% ke tingkat Rp16.680 per dolar AS. Meskipun demikian, dalam satu bulan terakhir, rupiah melemah sebesar 1,07%, dan secara year-to-date (YtD) mengalami penurunan sebesar 3,28%.

Selain terhadap dolar AS, rupiah juga mengalami tekanan terhadap beberapa mata uang lainnya. Pelemahan terbesar terjadi terhadap euro, di mana rupiah telah turun sebesar 14,05% YtD menjadi Rp19.557,05 per euro. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga melemah 9,62% YtD terhadap poundsterling, dengan posisi saat ini mencapai Rp22.410,42.

Rupiah juga mengalami depresiasi terhadap dolar Singapura dan dolar Australia. Dalam perjalanan tahun 2025, rupiah turun 8,34% YtD menjadi Rp12.931,69 per dolar Singapura dan anjlok 8,49% YtD ke level Rp10.957,93 per dolar Australia.

Di kawasan Asia, rupiah mengalami pelemahan terhadap yen Jepang dan won Korea. Berdasarkan data yang dirilis, rupiah mengalami depresiasi sebesar 7,97% YtD menjadi Rp112,3 per yen Jepang dan melemah 8,43% YtD ke posisi Rp11,91 per won Korea.

Analisis dari Ahli Ekonomi

Rully Arya Wisnubroto, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menyatakan bahwa tekanan terhadap rupiah kemarin sedikit mereda, dengan rupiah mengalami apresiasi menjadi Rp16.680 per dolar AS. Menurutnya, apresiasi tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor global, khususnya indeks dolar AS (DXY) yang turun menjadi 97,9 setelah sebelumnya berada di atas level 98.

Meski tekanan terhadap rupiah sedikit mereda, ia memperkirakan bahwa kondisi ini belum akan konsisten berlanjut dalam jangka pendek. Salah satu faktor yang akan memengaruhi adalah seberapa agresif The Fed melakukan penurunan suku bunga. Jika data ekonomi AS terus memburuk, hal ini akan berdampak positif terhadap rupiah. Sebaliknya, jika ekonomi AS membaik, rupiah bisa kembali mengalami tekanan.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Mata Uang Lain

Berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap beberapa mata uang pada tanggal 29 September 2025:

  • Dolar AS: Rp16.680
  • Kinerja 1 bulan: -1,07%
  • Kinerja YtD: -3,28%

  • Dolar Singapura: Rp12.931,69

  • Kinerja 1 bulan: -0,77%
  • Kinerja YtD: -8,34%

  • Dolar Australia: Rp10.957,93

  • Kinerja 1 bulan: -1,58%
  • Kinerja YtD: -8,49%

  • Euro: Rp19.557,05

  • Kinerja 1 bulan: -1,59%
  • Kinerja YtD: -14,05%

  • Poundsterling: Rp22.410,42

  • Kinerja 1 bulan: -0,77%
  • Kinerja YtD: -9,62%

  • Yen Jepang: Rp112,3

  • Kinerja 1 bulan: -0,009%
  • Kinerja YtD: -7,97%

  • Won Korea: Rp11,91

  • Kinerja 1 bulan: -0,36%
  • Kinerja YtD: -8,43%

Perkembangan Harga Emas

Di pasar komoditas, harga emas terus mengalami kenaikan. Pada periode ini, harga emas pertama kali menembus US$3.800 per troy ons, sejalan dengan terkoreksinya indeks dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap emas semakin kuat, terlebih ketika dolar AS mengalami pelemahan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, rupiah masih menghadapi tekanan dari berbagai arah, baik dari faktor domestik maupun global. Pergerakan nilai tukar rupiah sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, terutama dari Amerika Serikat. Dengan sentimen pasar yang cenderung fluktuatif, rupiah diperkirakan akan terus mengalami volatilitas dalam waktu dekat.

Penulis: Nida’an Khafiyya