Olahraga

Setelah Cedera dan Konflik Panjang, Jorge Martin Temukan Harapan Baru di Aprilia

Jorge Martin, juara dunia MotoGP yang sedang berkuasa, mengungkapkan perasaannya yang hangat setelah kembali balapan dengan tim Aprilia di Grand Prix Republik Ceko. Meski baru tiga hari bersama Aprilia, pembalap asal Spanyol ini merasa seolah-olah sudah berada di rumah sendiri.

Kembalinya Martin ke lintasan di Brno menjadi sorotan, terutama setelah ia absen cukup lama akibat cedera dari kecelakaan di Qatar Grand Prix pada April lalu. Dalam balapan tersebut, ia menunjukkan performa yang menjanjikan dengan start dari posisi ke-12 dan finis di posisi ketujuh, sebuah pencapaian yang disambut meriah oleh tim Aprilia dan dirinya sendiri.

Setelah melewati bendera finish, Jorge Martin dan tim Aprilia terlihat merayakan hasil balapan yang membanggakan tersebut. Momen ini sekaligus menjadi langkah penting untuk melupakan perselisihan kontrak yang sempat muncul selama masa pemulihan cederanya.

Martin mengatakan bahwa ia merasa dikelilingi oleh keluarga di dalam tim, walau mengaku hal itu mungkin sulit dipercaya oleh banyak orang. “Ini luar biasa,” ujarnya kepada motogp.com. “Tim kami sangat hebat, seperti keluarga besar. Sulit dipercaya, tapi hanya dalam tiga hari saya sudah merasa seperti di rumah sendiri. Saya bangga dengan hal ini dan kami harus terus bekerja untuk memperkuat ikatan ini karena itu sangat penting untuk kepercayaan di masa depan.”

Sebelum balapan di Brno, Martin menjalani sesi tes di Misano untuk mempersiapkan kembalinya ke lintasan. Ia mengakui bahwa motor Aprilia RS-GP menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pengalamannya terakhir di Qatar.

“Paket motor ini jauh lebih baik daripada yang saya tinggalkan di Qatar,” kata Martin, yang rekan setimnya, Marco Bezzecchi, berhasil meraih posisi kedua di Brno. “Sekarang giliran saya untuk beradaptasi dan meningkatkan performa dengan motor ini. Setiap lap saya semakin kuat, bisa mengerem lebih keras dan membuka throttle lebih awal. Saya hanya butuh waktu untuk benar-benar bisa bersaing dengan kelompok depan.”

Penulis: Nida’an Khafiyya