Pembaruan Sistem Pembayaran Bea Pasar di Manado
Anggota Komisi II DPRD Manado, Rachman Kodu, menyoroti pentingnya mengadopsi sistem pembayaran bea pasar secara digital. Hal ini dilakukan agar keadilan dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh pedagang di pasar. Pernyataan ini disampaikan setelah ia mengikuti Reses Anggota DPRD Manado Hj. Nur Amalia pada Senin 1 Desember 2025.
Menurut Rachman Kodu, saat ini nilai bea pasar yang dibayarkan oleh para pedagang kepada Perumda Pasar Manado bersifat seragam. Padahal, lokasi lapak dan modal setiap pedagang memiliki perbedaan yang signifikan.
“Yang lokasinya mudah dijangkau pendapatannya pasti berbeda dengan yang agak ke dalam. Begitu juga, modal yang hanya Rp1 juta berbeda dengan yang Rp10 juta,” ujarnya.
Ia menilai bahwa hal ini menyebabkan ketidakadilan. “Kasihan mereka yang modal kecil harus membayar bea yang nilainya sama dengan yang bermodal besar. Di situlah muncul ketidakadilan,” tambahnya.
Maka dari itu, Rachman Kodu menyarankan agar sistem pembayaran bea pasar diubah oleh Perumda Pasar. “Sistem pembayaran digital adalah solusinya,” katanya.
Dengan sistem pembayaran digital, menurut Rachman Kodu, nilai bea yang harus dibayar pedagang bisa dihitung secara lebih akurat dan adil. Sistem ini akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi lapak dan modal usaha yang dimiliki oleh masing-masing pedagang.
Dia juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mendiskusikan masalah dan solusi terkait bea pasar dengan kepala daerah maupun Perumda Pasar. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan implementasi sistem ini bergantung pada penerimaan dari para pedagang.
- Dalam diskusi tersebut, beberapa rekomendasi dan langkah-langkah strategis telah dipertimbangkan.
- Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa sistem digital tidak hanya efisien, tetapi juga ramah bagi para pedagang.
- Selain itu, diperlukan edukasi dan pelatihan untuk memastikan bahwa semua pedagang dapat menggunakan sistem tersebut dengan baik.
Tantangan dan Peluang
Meskipun ada harapan besar terhadap sistem digital, beberapa tantangan masih perlu diatasi. Misalnya, ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan kemampuan para pedagang dalam mengoperasikan sistem tersebut.
Namun, jika berhasil diimplementasikan, sistem ini dapat memberikan manfaat yang signifikan. Contohnya, pengurangan potensi kesalahan dalam penghitungan bea pasar serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan keuangan pasar.
Selain itu, sistem digital juga dapat memudahkan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pasar. Data yang tercatat secara elektronik akan mempermudah pengambilan keputusan dan perencanaan strategis oleh pihak terkait.
Langkah Berikutnya
Rachman Kodu menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan terkait sistem pembayaran bea pasar. Ia berharap agar Perumda Pasar dapat segera merancang dan menerapkan sistem yang adil dan efektif.
- Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk para pedagang, untuk memastikan bahwa kebijakan ini dapat diterima dan dijalankan dengan baik.
- Selain itu, diperlukan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif ini.
- Diharapkan, kebijakan ini dapat menjadi contoh sukses dalam meningkatkan kesejahteraan para pedagang di pasar.
Dengan adanya perubahan sistem pembayaran bea pasar, diharapkan dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih adil dan berkualitas.
