Kasus Siswi SD yang Pulang Sekolah dengan Mata Lebam
Seorang siswi SD di Palembang, F (7 tahun), ditemukan memiliki mata lebam setelah pulang dari sekolah. Kejadian ini memicu kecurigaan orang tua korban bahwa anaknya mungkin mengalami kekerasan oleh guru. Peristiwa ini akhirnya menjadi perbincangan di media sosial setelah viral.
F adalah siswa kelas 2 SDN 150 di Gandus, Palembang. Awalnya, ibu korban, Sukirnawati atau Erna, melaporkan kejadian tersebut ke polisi setelah melihat kedua mata putrinya lebam dan merah. Ia curiga bahwa anaknya dipukul oleh seorang guru wanita. Dalam laporan yang disampaikan kepada petugas kepolisian, ia menyebutkan bahwa pada Senin (27/10/2025), saat menjemput anaknya dari sekolah, ia melihat mata F lebam dan kornea mata merah.
Sukirnawati mengaku panik dan langsung masuk ke dalam kelas untuk menanyakan penyebab mata lebam tersebut kepada teman-teman korban. Ia juga bertanya kepada salah satu guru, dan akhirnya mendapatkan informasi bahwa F dipukul oleh seorang guru perempuan. Akibat kejadian ini, F mengalami trauma dan tidak mau sekolah lagi.
Guru yang lain mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Beberapa dari mereka bahkan menyebut bahwa F terlalu sering menggunakan ponsel. Namun, menurut pengakuan orang tua, F bukanlah anak yang biasa bermain HP. Karena itu, alasan tersebut dinilai tidak tepat.
Penyelidikan Polisi
Polrestabes Palembang telah menerima laporan dari orang tua korban. Menurut Ipda Erwinsyah, KA SPK Polrestabes Palembang, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk melakukan penyelidikan dan memanggil terlapor.
Tanggapan Wali Kota Palembang
Peristiwa ini sampai ke telinga Wali Kota Palembang, Ratu Dewa. Ia langsung mendatangi sekolah korban untuk meminta penjelasan terkait kasus yang viral ini. Seorang guru yang terakhir mengajar F mengaku tidak ada kekerasan di dalam kelasnya. Guru tersebut menyatakan bahwa F duduk di bangku paling depan sejak pagi dan tidak ada kejadian apapun selama ia mengajar.
Ratu Dewa juga mengunjungi rumah F dan menjamin bahwa semua biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemkot Palembang.
Hasil Pemeriksaan Medis
Dinas Pendidikan Kota Palembang masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap F di RSUD Palembang Bari. Kepala Dinas Pendidikan, Afan Prapanca, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari guru dan sejumlah siswa di kelas. Hasilnya, tidak ada yang melihat atau mengalami kejadian kekerasan ataupun pemukulan seperti yang diduga orang tua murid.
Dr Riani Erna SpMK, dokter spesialis mata Rumah Sakit Fatimah dan RSMH, memberikan tanggapan. Menurutnya, F bukan korban kekerasan pemukulan di sekolah. Hal tersebut didasari karena dari penuturan gurunya tidak ada tindak kekerasan. Selain itu, jika ada kekerasan pada mata maka umumnya hanya di satu mata saja bukan kedua matanya.
Penyebab Mata Merah dan Bengkak
Menurut dr Riani, mata merah dan bengkak yang dialami oleh F disebabkan oleh adanya peradangan pada mata karena infeksi dan virus. Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan orang tua murid yang mengatakan bahwa mata anaknya sebelumnya memang merah walaupun sedikit.
Jika dibiarkan, mata merah dan radang itu bisa membuat mata menjadi lebih merah dan radang yang mengakibatkan selaput mata berdarah. Dr Riani menjelaskan bahwa jika matanya sakit karena kekerasan atau dipukul, biasanya hanya pada satu bagian mata saja, tapi pada video yang ada, kedua matanya merah dan bengkak. Itu bukan akibat pukulan dan juga bukan akibat terlalu banyak menggunakan handphone.
Penanganan Awal
Dr Riani menyarankan agar kondisi tersebut segera ditangani dengan istirahat yang cukup, minum air putih, dan berobat ke dokter. Jika dibiarkan, maka mata akan merah dan pembuluh darahnya akan pecah. Sebenarnya kondisi itu tidak berbahaya dan tidak mengakibatkan kebutaan, hanya saja penyembuhannya akan lebih lama jika dibiarkan dan sembuh sendiri jika kondisi pembuluh darah pecah.
Pemeriksaan di Puskesmas
Sementara itu, dokter Puskesmas Gandus menyebut jika F pernah dibawa ibunya untuk periksa ke Puskesmas pada 27 Oktober lalu. Saat itu, ibunya mengatakan bahwa F sempat demam seminggu dan merah pada matanya baru terjadi pada sebagian kecil mata kiri dan memang sudah bengkak atau lebam.
Setelah diperiksa menggunakan stetoskop, ditemukan ada bunyi berisik pada paru F dan disusul dengan batuk berulang-ulang. Dari hasil pemeriksaan dan sepengetahuan medis dokter, disimpulkan itu disebut sebagai suspek batuk pertusis atau rejan.
