News

Sosok Panutan, Ini Jawaban Sri Sultan HB X Soal Tidak Pernah Minta Pengawalan di Jalan

Sosok Panutan, Begini Jawaban Sri Sultan HB X Ditanya Alasan Tak Pernah Minta Pengawalan di Jalan



Sri Sultan Hamengkubuwono X dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Meski menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ia jarang memakai pengawalan saat berada di jalan raya. Bahkan, lebih sering mengemudikan mobil sendiri.

Dalam wawancara terbaru, ketika ditanya alasan tidak pernah meminta pengawalan, jawaban Sultan sangat mengagumkan. “Saya biasa enggak ada pengawalan kok, kalau tidak acara resmi. Wong saya juga bisa nyopiri sendiri juga kok,” kata Sultan ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta.

Ketegasan Sultan HB X dalam memilih untuk tidak dikawal patwal saat melakukan aktivitas nonformal bukanlah hal baru. Sejak lama, ia dikenal sebagai pemimpin yang lebih nyaman menyatu dengan masyarakat, tanpa keistimewaan yang mencolok meskipun menyandang gelar Raja sekaligus Gubernur.

Bagi Sultan, pengawalan hanya diperlukan dalam acara resmi kenegaraan atau kegiatan pemerintahan yang membutuhkan pengamanan lebih. Namun dalam kegiatan pribadi, ia lebih memilih kesederhanaan dan fleksibilitas.

“Kenapa dipersoalkan, kan enggak perlu dipersoalkan pakai pengawalan atau tidak. Biasa saja,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia lebih memprioritaskan kenyamanan dan kebebasan dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan saat melakukan kunjungan ke wilayah seperti Gunungkidul atau meninjau Jembatan Pandansimo, Sultan HB X lebih memilih menggunakan mobil pribadi, bukan mobil dinas yang memang dikhususkan untuk kegiatan resmi. Ini menunjukkan sikapnya yang sederhana dan ingin tetap dekat dengan rakyat.

Penjelasan dari Sultan tentang Pengawalan

Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Sultan HB X terkait pengawalan adalah:

  • Pengawalan hanya dibutuhkan dalam acara resmi

    Menurut Sultan, pengawalan diperlukan hanya dalam situasi yang memang membutuhkan perlindungan ekstra. Misalnya, saat menghadiri acara kenegaraan atau pertemuan penting dengan pejabat lain.

  • Mengemudikan sendiri lebih praktis

    Sultan lebih memilih mengemudikan mobil sendiri karena merasa lebih nyaman dan fleksibel. Ia juga percaya diri dengan kemampuannya dalam berkendara.

  • Tidak ingin terlihat istimewa

    Dengan tidak memakai pengawalan, Sultan ingin tetap terlihat sebagai bagian dari masyarakat, bukan sebagai tokoh yang terlalu menjauh dari rakyat.

  • Fokus pada kebutuhan masyarakat

    Dengan tidak memakai pengawalan, Sultan dapat lebih fokus pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat, serta menjaga hubungan yang baik dengan mereka.



Sikap Sultan HB X ini menjadi contoh teladan bagi banyak orang. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik tidak selalu diiringi dengan fasilitas istimewa. Justru, kesederhanaan dan kebersamaan dengan rakyat menjadi ciri khas dari seorang pemimpin yang benar-benar peduli.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, keputusan Sultan untuk tidak memakai pengawalan juga menunjukkan bahwa ia tidak terlalu memperhatikan status atau gelar. Ia lebih memilih hidup sederhana dan tetap dekat dengan masyarakat, tanpa kesan sok-sokan atau pamer kekuasaan.

Keberadaan Sultan HB X di tengah masyarakat memberikan inspirasi bahwa seorang pemimpin bisa menjadi panutan dengan cara yang sederhana dan tulus. Dengan sikap seperti ini, ia tidak hanya dihormati, tetapi juga dicintai oleh rakyatnya.

Penulis: Nida’an Khafiyya