Penjualan yang Menggembirakan dan Tantangan yang Menghadang
Jaecoo J5 EV, mobil listrik terbaru dari merek asal Tiongkok, berhasil menjadi mobil listrik terlaris kedua di pasar wholesales (dari pabrik ke dealer) Gaikindo pada November 2025. Dalam data tersebut, mobil listrik ini mencatat penjualan sebanyak 653 unit, hanya sedikit di bawah BYD Atto 1 yang mencapai 8.333 unit. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi harga yang menarik, yang baru saja diputuskan sekitar 7 jam sebelum peluncuran resmi J5 EV.
Harga yang Menarik dan Respons Cepat dari Konsumen
Jaecoo J5 dirilis dengan harga Rp249.900.000 untuk varian Standard dan Rp299.000.000 untuk tipe Premium (on-the-road DKI Jakarta) bagi 1.000 pembeli pertama. Jim Ma, Business Director Unit Jaecoo Indonesia, mengungkap bahwa dalam waktu dua hari setelah peluncuran, perusahaan telah menerima lebih dari 2.000 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).
Antusiasme konsumen terlihat sangat tinggi, hingga dealer-dealer Jaecoo dipenuhi calon pembeli dari pagi hingga malam hari. Dalam waktu kurang dari dua minggu, jumlah SPK J5 EV mencapai angka 6.000 unit. Bahkan hingga Desember 2025, total SPK untuk J5 EV sudah melebihi 10.000 unit.

“Happy Trouble” yang Dihadapi
Meskipun sukses penjualan ini menjadi kabar gembira, Jim Ma menyebutnya sebagai “happy trouble”. Di satu sisi, meraih penjualan lebih dari 10.000 unit dalam dua bulan adalah prestasi yang luar biasa. Namun, di sisi lain, ia harus menghadapi tantangan besar dalam pengiriman kendaraan kepada konsumen yang telah menyetor booking fee.
“Jujur antrian delivery-nya jadi cukup panjang, karena di hari kedua saja sudah lebih dari 2.000 SPK,” ujar pria yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun menangani brand mobil premium di Tiongkok.

Proses Pengiriman yang Berlangsung Bertahap
Saat ini, pihak Jaecoo sedang berusaha secepat mungkin untuk melakukan pengiriman 10.000 unit pertama secara bertahap. Proses pengiriman J5 EV berlangsung mulai dari awal November 2025 hingga akhir Februari 2026. J5 EV seperti peluru pertama yang sukses membuat lebih banyak orang mengenal Jaecoo di Indonesia.
Dengan penjualan yang bagus dan pengiriman yang tepat waktu, J5 EV bisa menjadi fondasi bagi Jaecoo di Indonesia. Kesuksesan besar ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangun brand image untuk lini premium lainnya, seperti J7 dan J8, yang penjualannya masih kalah dibanding J5 EV.

Persiapan untuk Tahun 2026
Tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi Jaecoo. Jim Ma mengungkap bahwa perusahaan memiliki banyak produk baru yang akan diluncurkan di Indonesia, termasuk Electric Vehicle dan SHS atau Super Hybrid System. Ia tidak menjelaskan model atau tipe mobil yang akan dibawa ke Indonesia tahun depan, tetapi berdasarkan informasi yang diperoleh, salah satu model andalan mereka adalah Jaecoo J5 SHS-H.

J5 SHS-H sebagai Rival Baru di Pasaran
J5 SHS-H adalah versi Hybrid Electric Vehicle (HEV) dari J5 EV yang penjualannya sudah mencapai lebih dari 10.000 unit dalam dua bulan. Mobil ini dilengkapi mesin bensin 4-silinder 1.500 Turbo yang dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai 1,83 kWh. Jika dirilis pada tahun 2026, J5 SHS-H akan menjadi rival dari Honda HR-V Hybrid dan Toyota Yaris Cross Hybrid.
