Perayaan Tahun Baru 2026 di Surabaya Berbeda, Fokus pada Doa dan Solidaritas
Perayaan tahun baru 2026 di Balai Kota Surabaya akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada pesta kembang api yang biasanya menjadi ciri khas perayaan malam pergantian tahun. Sebaliknya, acara ini akan diisi dengan pengajian dan doa bersama. Hal ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian warga Surabaya terhadap bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatera.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan kabar ini melalui pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa perayaan sederhana ini merupakan upaya untuk memperbanyak doa agar Surabaya terhindar dari bencana serupa, serta memberikan dukungan kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak banjir di Aceh dan Sumatera.
“Masih ada saudara kita yang mengalami musibah di Aceh dan Sumatera. Kita perbanyak doa agar Surabaya terbebas dan terhindar dari bencana, juga menguatkan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” ujar Eri saat berkunjung ke kota tersebut pada hari Minggu (14/12).
Dampak Bencana Banjir di Wilayah Sumatera
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pada akhir November 2025 telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Hingga Sabtu (13/12), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa mencapai 1.006 orang. Rinciannya adalah 415 korban di Aceh, 349 di Sumatera Utara, dan 242 di Sumatera Barat.
Eri menyampaikan rasa prihatin atas bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Selain korban jiwa, banyak infrastruktur yang rusak dan jalur-jalur transportasi terputus. Sampai saat ini, proses perbaikan infrastruktur masih terkendala karena jalur-jalur yang tidak bisa diakses.
“Sampai hari ini perbaikan infrastruktur juga belum berjalan bagus karena putus jalur-jalurnya, sehingga di situlah kita bisa merasakan yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Sumatera,” tambah Eri.
Ajakan untuk Berdoa dan Berdonasi
Sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri mengajak seluruh warga Kota Pahlawan untuk ikut berdoa bagi para korban bencana banjir di Sumatera. Ia juga mengimbau agar tidak melakukan perayaan yang berlebihan, tetapi lebih fokus pada kegiatan yang sederhana.
“Mari kita tidak melakukan kegiatan di tahun baru yang berlebihan, tetapi secara sederhana. Ayo, kalau bisa di tahun baru dikumpulkan donasinya untuk para korban, kita kirimkan ke Sumatera,” ajak Eri.
Perayaan Tahun Baru Tetap Diperbolehkan
Meski perayaan tahun baru akan diselenggarakan secara sederhana, Eri menegaskan bahwa hal ini bersifat imbauan, bukan instruksi. Pemkot Surabaya ingin mengingatkan masyarakat untuk saling peduli dan menjaga keharmonisan antar sesama.
“Keluarga, dan tempat usaha seperti hotel-hotel di Surabaya tetap boleh merayakan, nanti aturan-aturannya akan kita sampaikan ke dalam surat edaran (Perayaan Natal dan Tahun Baru atau Nataru),” imbuh Eri.
Dengan perayaan yang lebih sederhana, warga Surabaya diharapkan dapat lebih peka terhadap kondisi saudara-saudara mereka di daerah lain, serta menjadikan momen pergantian tahun sebagai kesempatan untuk berbagi dan memberikan dukungan moral maupun material.
