Publica Portal Berita Online
TPA Basirih Bakal Naik Kasta Jadi TPAT, Pemko Segera Lakukan Study Kelayakan TPA Basirih Bakal Naik Kasta Jadi TPAT, Pemko Segera Lakukan Study Kelayakan
Publica.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berupaya meninggkatkan pelayanan penanganan dan pengelolaan sampah. Dalam waktu dekat, Pemkp bencana pengembangan kawasan Tempat Pembuangan Akhir... TPA Basirih Bakal Naik Kasta Jadi TPAT, Pemko Segera Lakukan Study Kelayakan

Publica.id, Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berupaya meninggkatkan pelayanan penanganan dan pengelolaan sampah.

Dalam waktu dekat, Pemkp bencana pengembangan kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPAT), dengan menggunakan teknologi Refuse Derived  Fuel (RDF)

Saat ini, Pemko tengah bersiap melakukan studi kelayakan atas rencana pengembangan kawasan tersebut  bersama pihak investor dari PT Talenta Bumi Energy (TBE).

Pejabat (Pj) Walikota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen menilai,  rencana yang akan dilakukan Pemko Banjarmasin terhadap TPA Basirih sudah sangat bagus, baik dari sisi lingkungan maupun dari sisi ekonomi.

Yang perlu diperhatikan agar rencana tersebut dapat segera direalisasikan adalah mensingkronkan antara kepentingan Pemko Banjarmasin yang dalam hal ini mewakili masyarakat Bumi Kayuh Baimbai dengan kepentingan swasta.

“Ini hal yang bagus saya pikir, tinggal bagaimana mensinkronisasikan  kepentingan swasta dengan kepentingan pemerintah kota dalam ini pemko selaku wakil masyarakat itu sendiri,” ujarnya, saat bertemu dengan PT TBE untuk membahas Studi Kelayakan Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah, di Ruang Berintegrasi, Balai Kota Banjarmasin, baru-baru tadi.

Sementara itu, pihak PT TBE yang diwakili Project Koordinator, Deny Setiawan mengatakan, perubahan TPA Basirih menjadi kawasan RDF diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sampah diperkotaan yang semakin hari kian menumpuk.

Selain menghasilkan bahan bakar alternatif penganti bahan bakar fosil (batubara), pengembangan kawasan ini juga akan menghasilkan peningkatan kualitas lingkungan, hebatnya lagi dengan pengembangan di kawasan TPA SlBasirih menjadi RDF, maka dapat mengurangi kebutuhan lahan untuk TPA sampah.

“Rencana studi kelayakan tersebut akan dilaksanakan selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 21 April 2021. Mudah-mudahan studi kelayakan ini bisa diselesaikan dalam waktu 3 bulan, kita datang ke Banjarmasin untuk melakukan survey lapangan, meminta data-data guna mensinkronkan regulasi, sehingga keterlibatan pihak swasta ini dapat terwujud berkerjasama dengan pemko Banjarmasin,” ujarnya.

Deny memastikan, apabila rencana investasi ini bisa terwujud, keterlibatan dan pembinaan terhadap masyarakat di sekitar TPA Sampah Basirih tetap akan dilakukan PT TBE.

“Dengan masyarakat sekitar tentu saja akan menjadi perhatian kami, tidak serta merta meninggalkan mereka. Karena berdasarkan perhitungan yang kami buat, kita tetap melibatkan masyarakat sekitar,” katanya.

Ia berharap, kegiatan survey lapangan ini bisa berjalan lancar, sehingga rencana pengembangan kawasan TPA Basirih menjadi RDF dapat segera direaliasasikan.

“Dengan dibangunnya pabrik ini mudah-mudahan nantinya bisa mengatasi permasalahan sampah yang semakin menumpuk, yang kemudian  akan kita olah menjadi energy, sehingga tidak menumpuk lagi, bahkan sampah yang sudah menumpuk bisa kita tambang lagi,” pungkasnya.

Editor : husein

No comments so far.

Be first to leave comment below.

Your email address will not be published. Required fields are marked *