TPA Cipeucang Menghadapi Masalah Serius
Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini dihadapkan pada tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Saat ini, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Cipeucang yang menjadi satu-satunya tempat penampungan sampah bagi warga sekitar mengalami penyegelan akibat praktik open dumping yang terus berlangsung. Penyegelan ini dilakukan sebagai langkah sementara untuk memaksa pemerintah setempat menyelesaikan masalah pengelolaan sampah yang semakin memprihatinkan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyatakan bahwa pihaknya diberi waktu selama 180 hari hingga Desember untuk dapat mengelola sampah secara lebih baik. Jika tidak ada perbaikan, TPA Cipeucang akan ditutup permanen. “Kita harus bisa menunjukkan rencana jelas dalam mengelola sampah. Jika tidak, maka akan ditutup,” ujarnya.
Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA Cipeucang mencapai 500 ton per hari dari 1,4 juta keluarga penduduk Tangerang Selatan. Kondisi ini membuat TPA tersebut mengalami overload dan tidak mampu lagi menampung jumlah sampah yang begitu besar. Hal ini menyebabkan antrian kendaraan pengangkut sampah yang terus-menerus terjadi, sehingga memperparah kondisi lingkungan sekitar.
Proyek PSEL Diharapkan Sebagai Solusi
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah setempat sedang mengembangkan proyek strategis nasional Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini direncanakan akan beroperasi di lokasi TPA Cipeucang dan akan mampu mengolah 100 ton sampah eksisting setiap harinya, selain menerima 1.000 ton sampah baru. “Lama-lama sampah lama di Cipeucang akan hilang,” ujar Benyamin.
Proyek PSEL ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban TPA Cipeucang. Pembangunan proyek ini akan dimulai pada Januari 2026 mendatang. Pemenang tender adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk melalui unit usahanya, PT Indoplas Energi Hijau (IEH), yang bekerja sama dengan mitra teknologi dari Tiongkok, China Tianying Inc (CNTY). Kedua perusahaan ini membentuk konsorsium sebagai badan usaha pelaksana proyek senilai Rp 1,69 triliun.
Langkah Lain dalam Pengelolaan Sampah
Selain proyek PSEL, pemerintah juga melakukan berbagai upaya lain dalam mengelola sampah. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di tingkat kecamatan. Fasilitas ini bertujuan untuk memfasilitasi pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat masyarakat. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan bank sampah sebagai salah satu inisiatif pengurangan limbah.
Di lokasi TPA Cipeucang sendiri, pemerintah melakukan penataan seperti terasering dan sanitari landfill. Selain itu, air lindi dan gas metan yang berasal dari dalam TPA juga sedang diperbaiki. Upaya-upaya ini dilakukan untuk memastikan TPA Cipeucang tetap aman dan ramah lingkungan.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun telah ada berbagai rencana dan proyek yang sedang dikembangkan, tantangan pengelolaan sampah di Tangerang Selatan masih sangat besar. Diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan adanya proyek PSEL dan program lainnya, diharapkan TPA Cipeucang dapat kembali berfungsi secara optimal dan menjaga keseimbangan lingkungan di sekitarnya.
