Publica.id — Washington DC – Andrew Giuliani, Kepala Satgas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, menyatakan dukungannya agar Gianni Infantino tetap menjabat sebagai Presiden FIFA. Menurut Giuliani, kritik yang dilayangkan kepada Infantino tidak lebih dari rasa iri atas prestasi yang telah dicapainya.
Posisi Infantino memang tengah menjadi sorotan menyusul proposal penjualan saham Piala Dunia melalui FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui FFE, FIFA berencana melepas 20 persen saham kepada investor. Namun, proyek ini akhirnya dibatalkan setelah menuai banyak kritik dari berbagai konfederasi sepak bola dunia, termasuk UEFA, CONCACAF, dan AFC.
Situasi ini dimanfaatkan oleh sebagian pihak untuk mendesak Infantino mundur dari jabatannya. Beberapa negara bahkan telah mengumumkan penarikan dukungan mereka terhadap pria berusia 56 tahun tersebut menjelang pemilihan presiden FIFA 2027.
Menanggapi hal ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyatakan pembelaannya terhadap Infantino dan memperingatkan FIFA untuk tidak mengganti presidennya. Dukungan serupa juga datang dari Andrew Giuliani, yang menilai para penuntut pergantian presiden FIFA sebagai individu yang iri dan ‘bodoh’.
“Orang-orang iri ketika seseorang berprestasi tinggi, dan apa yang telah dilakukan Gianni Infantino untuk FIFA adalah membawa mereka ke level yang sama sekali baru yang mungkin tidak mereka duga sebelumnya,” ujar Giuliani, seperti dilansir dari ESPN.
Giuliani menekankan bahwa Piala Dunia yang akan datang merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Infantino. “Anda harus ingat, ini adalah Piala Dunia pertama yang diselenggarakan Gianni Infantino sebagai presiden, bukan? Dia mewarisi Piala Dunia Rusia dan Qatar, dan melakukan pekerjaan yang baik dengan itu, tetapi ini yang pertama. Ini adalah visinya,” tambahnya.
Ia pun memberikan peringatan keras kepada para pemilih potensial. “Apa yang ingin saya katakan adalah, bagi presiden konfederasi sepakbola atau federasi sepakbola mana pun yang berpikir untuk tidak memilih Gianni Infantino, itu mungkin akan menjadi salah satu keputusan paling bodoh dalam karier profesional Anda,” sindirnya.
Ikuti Publica.id
