Peran Ilmu dan Iman dalam Membentuk Generasi Muda yang Kuat
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa keseimbangan antara ilmu dan iman sangat penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter kuat dan berdaya saing. Pernyataan ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Temu Muda Inspiratif Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Mojokerto, Jawa Timur.
Menurut Lestari, ilmu dan iman merupakan senjata utama dalam menghadapi tantangan dunia. “Orang yang hanya memiliki ilmu tanpa iman akan merasa hampa,” ujarnya dalam pernyataannya.
Ia menekankan bahwa generasi muda adalah penerus pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, mereka harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan tanggung jawab. Dengan kemajuan teknologi, generasi muda bisa menjadi agen perubahan positif bagi bangsa.
Lestari juga mengungkapkan bahwa sejarah Indonesia mencatat sebagai sebuah bangsa yang besar dan kaya. Dari masa kejayaan kerajaan hingga era modern, Indonesia telah melalui banyak proses perjuangan dan pengembangan diri.
Sejarah Kebangkitan Nusantara
Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung sejarah Kerajaan Majapahit. Patih Gajah Mada, tokoh penting dari masa itu, pernah mengucapkan Sumpah Palapa. Sumpah ini menunjukkan tekadnya untuk tidak beristirahat atau menikmati kebahagiaan sebelum seluruh wilayah Nusantara dapat bersatu.
“Kerajaan Majapahit terletak di Mojokerto, Jawa Timur,” tambah Lestari.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dalam masa Kerajaan Majapahit, penyair sastra Jawa Kuno Mpu Tantular menciptakan Kitab Sutasoma. Dalam kitab tersebut, ia menggagas ungkapan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Keberagaman sebagai Keniscayaan
Lestari menegaskan bahwa keberagaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia adalah hal yang alami dan tidak perlu dipertentangkan. “Perbedaan adalah keniscayaan yang harus diterima dan dihargai,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberagaman ini menjadi kekuatan yang mampu memperkuat persatuan bangsa. Dengan memahami nilai-nilai seperti Bhinneka Tunggal Ika, generasi muda dapat menjaga harmoni dalam masyarakat yang majemuk.
Tanggung Jawab Generasi Muda
Sebagai anggota Komisi X DPR dan anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan Indonesia. Mereka harus mampu menggabungkan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual agar bisa menjadi pemimpin yang visioner dan berintegritas.
Ia juga menyarankan agar generasi muda lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi. Dengan partisipasi yang aktif, mereka bisa memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan negara.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pesan Lestari Moerdijat kepada generasi muda adalah untuk menjaga keseimbangan antara ilmu dan iman, serta memahami nilai-nilai keberagaman dan persatuan. Dengan pendidikan yang baik dan semangat juang yang tinggi, generasi muda Indonesia siap menjadi pilar utama dalam membangun negara yang lebih baik.
