Teknologi

Yammy Babeh, Camilan Sehat dari Singkong yang Sukses Diekspor Melalui Pertamina SMEXPO

Perjalanan Sukses Yammy Babeh, Camilan Singkong Kekinian

Di tengah pertumbuhan pasar makanan ringan yang terus berkembang, salah satu camilan yang populer adalah keripik. Salah satu brand yang sukses menembus pasar lokal dan internasional adalah Yammy Babeh. Brand ini didirikan oleh Ade Soelistyowati bersama suaminya, dengan awal yang tidak mudah namun berakhir pada kesuksesan yang mengesankan.

Awal yang Tidak Mudah

Usaha ini bermula dari dapur kecil rumah di Sukabumi. Pada 2015, kondisi keluarga Bunda Elis sangat sulit. Suaminya tidak menerima pembayaran proyek bangunan, sementara Elis baru saja pindah dari Jakarta setelah mengalami dua kali stroke. Di tengah keterbatasan, mereka melihat peluang dari singkong yang melimpah di sekitar rumah. Dengan modal hanya Rp50.000, suaminya mulai mengolah singkong menjadi camilan sederhana.

Produk tersebut rupanya sangat diminati pasar. Bahkan putra mereka yang masih duduk di bangku SMP mampu menjual lebih dari 100 pack per hari. “Awalnya kami hanya ingin bertahan hidup, tapi ternyata pasarnya besar,” ujar Elis.

Transformasi Produk Menjadi Modern

Elis mengubah opak tradisional menjadi camilan modern berbentuk kotak renyah dengan berbagai varian rasa seperti cheese, spicy cheese, salted egg, seaweed, corn, barbeque, hingga balado. Seluruh produk dibuat dari 100% singkong tanpa MSG, sehingga aman untuk dikonsumsi anak-anak hingga lansia. Varian barbeque bahkan meraih Pangan Award Kementerian Perdagangan 2024.

Awalnya, brand ini bernama Crispy Yammy, tetapi kemudian diremajakan menjadi Yammy Babeh untuk memperkuat citra dan kemudahan pemasaran.

Pertumbuhan Bisnis yang Mengesankan

Saat ini, produksi Yammy Babeh mencapai 5.000–7.000 pack per bulan, dengan omzet sekitar Rp50 juta. Jaringan distribusi terbesar berada di Bali. Usaha ini melibatkan 25 pekerja, sebagian besar ibu rumah tangga di sekitar lokasi produksi. Elis fokus pada jalur distribusi ketimbang membuka toko retail, agar volume penjualan lebih stabil dan terukur.

Perkembangan bisnis ini tidak lepas dari peran Pertamina. Sejak bergabung sebagai mitra binaan Pertamina dan ikut dalam Academy Pertamina, Yammy Babeh mengalami lompatan bisnis yang signifikan.

“Pertamina bukan hanya melatih, tapi membuka jaringan. Dari branding hingga pendampingan ekspor, semua itu membuat kami naik kelas,” ujar Elis.

Ekspansi Pasar Internasional

Melalui Pertamina, Yammy Babeh mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pameran, termasuk Pertamina SMEXPO hingga Trade Expo Indonesia (TEI). Pada TEI 2024, Elis bertemu buyer dari Brunei yang memesan satu kontainer berisi sekitar 28.000 pack produk Yammy Babeh.

Selain Brunei, Yammy Babeh sebelumnya telah menembus pasar Kanada dan Republik Dominika pada 2020. Tahun ini, Elis sedang memproses penjajakan permintaan dari Filipina, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Meningkatkan Kualitas dan Regenerasi Bisnis

Untuk memperkuat daya saing, Elis sedang meningkatkan kualitas kemasan menggunakan teknologi. Selain itu, dia juga mulai melibatkan anaknya dalam pelatihan ekspor untuk regenerasi bisnis.

Yammy Babeh merupakan salah satu mitra binaan Pertamina yang didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.

Penulis: Nida’an KhafiyyaEditor: Nida’an Khafiyya