News

Hanya 39 dari 54 SPPG Di Latih di Semarang, Masih Kurang 86 Unit untuk Program MBG

Pelatihan Keamanan Pangan untuk SPPG di Kota Semarang

Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang telah melaksanakan serangkaian pelatihan keamanan pangan bagi para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut aman dan sesuai dengan standar kesehatan.

Kepala Dishanpan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan, menjelaskan bahwa pelatihan terakhir dilakukan pada 30 September 2025. Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 14 SPPG baru mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari kepala dapur dan ahli gizi. Sebelumnya, sudah ada 25 SPPG yang mendapatkan pelatihan serupa. Saat ini, total SPPG yang beroperasi di Kota Semarang mencapai 54 unit, meskipun target ideal untuk mendukung program MBG adalah sekitar 140 unit.

Pelatihan ini memberikan peserta kemampuan untuk memeriksa kandungan zat berbahaya dan mikroorganisme pada bahan makanan yang akan digunakan dalam MBG. Endang menjelaskan, “Kami memeriksa apakah bahan baku mengandung zat kimia seperti rhodamin, mikroorganisme berbahaya, atau pencemaran fisik seperti staples.” Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua makanan yang disajikan aman bagi konsumen.

Selain itu, peserta pelatihan juga membawa sampel bahan makanan untuk dianalisis oleh laboratorium yang dijaga oleh tim Dishanpan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya kandungan pestisida dalam bumbu-bumbuan, namun masih dalam batas aman dan dapat dihilangkan dengan pencucian dan pemanasan. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen Dishanpan untuk menjaga mutu dan keamanan pangan dalam program MBG.

Menurut Endang, upaya preventif ini membuat Kota Semarang relatif aman dalam pelaksanaan MBG. “Setelah MBG mulai berjalan, dalam sebulan kami segera melatih kepala dapur dan ahli gizi mengenai keamanan pangan,” tambahnya. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran dan pengetahuan tentang keamanan pangan di kalangan tenaga pengelola SPPG.

Rencananya, pelatihan serupa akan terus diadakan bagi SPPG yang belum mengikuti agar mutu dan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga. Dengan demikian, setiap SPPG yang terlibat dalam program ini memiliki pemahaman yang cukup mengenai cara memilih, menyimpan, dan memproses bahan makanan secara aman.

Berikut beberapa poin utama yang dijelaskan dalam pelatihan:

  • Peserta diberikan pengetahuan tentang pengujian bahan baku makanan.
  • Fokus pada deteksi zat berbahaya seperti rhodamin dan pestisida.
  • Teknik pengolahan makanan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.
  • Pentingnya kebersihan lingkungan dapur dan alat masak.
  • Proses pencucian dan pemanasan sebagai cara efektif untuk menghilangkan zat berbahaya.

Dengan terus meningkatkan kualitas pelatihan dan keterlibatan seluruh SPPG, program MBG diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kepedulian terhadap keamanan pangan menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga kesehatan masyarakat khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Penulis: Nida’an Khafiyya