Outflow Bitcoin ETF Berlanjut di Tengah Penurunan Harga BTC di Bawah $80 Ribu

Outflow Bitcoin ETF terus meningkat, dengan total $275,83 juta pada 27 Februari, seiring turunnya harga BTC di bawah $80 ribu.

— Spot Bitcoin exchange-traded funds (ETF) di Amerika Serikat kembali mengalami arus keluar (outflow) pada 27 Februari, seiring dengan jatuhnya harga Bitcoin di bawah $80 ribu. Penurunan ini memicu sentimen risk-off di seluruh pasar kripto.

Menurut data dari SoSoValue, sebanyak 12 spot Bitcoin ETF mencatatkan arus keluar bersih sebesar $275,83 juta pada Selasa, memperpanjang tren negatif selama delapan hari berturut-turut. Dalam periode ini, lebih dari $3,2 miliar keluar dari dana tersebut.

Pada 26 Februari, BlackRock’s IBIT mengalami arus keluar terbesar dalam sejarahnya, dengan pencairan dana mencapai $418,06 juta. Ini terjadi sehari setelah 12 ETF tersebut secara kolektif mencatatkan arus keluar bersih harian tertinggi sebesar $1,14 miliar.

Mayoritas arus keluar pada 27 Februari masih didominasi oleh BlackRock’s IBIT, yang kehilangan dana sebesar $189,02 juta. Disusul oleh WisdomTree’s BTCW dengan arus keluar sebesar $53,78 juta.

Di sisi lain, Bitwise’s BITB menjadi satu-satunya ETF yang mencatatkan arus masuk (inflow) sebesar $17,65 juta dalam tiga hari terakhir. Sementara itu, ETF lain yang mengalami arus keluar adalah:

  • Valkyrie’s BRRR: $12,82 juta
  • VanEck’s HODL: $10,58 juta
  • Grayscale’s GBTC: $7,26 juta
  • Fidelity’s FBTC: $7,25 juta
  • Franklin Templeton’s EZBC: $7,23 juta
  • Grayscale’s Mini Bitcoin Trust: $5,54 juta

Tiga ETF lainnya tidak mengalami perubahan dalam arus dana mereka pada hari tersebut.

Volume perdagangan harian untuk spot Bitcoin ETF tercatat sebesar $3,01 miliar pada saat berita ini ditulis. Sejak peluncurannya, ETF ini telah mengumpulkan arus masuk bersih sebesar $36,58 miliar secara keseluruhan.

Ethereum ETF Juga Alami Tekanan

Nasib ETF Ethereum tidak jauh berbeda, dengan total arus keluar bersih sebesar $71,08 juta pada 27 Februari, menandai hari keenam berturut-turut dalam tren negatif.

BlackRock’s ETHA mencatat arus keluar terbesar sebesar $26,06 juta, diikuti oleh Fidelity’s FETH dan Grayscale’s ETHE, yang masing-masing kehilangan $25,45 juta dan $19,57 juta.

Bitcoin Tertekan di Tengah Gejolak Pasar Global

Penurunan ini terjadi seiring dengan turunnya harga Bitcoin di bawah $80 ribu untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan. Mata uang kripto terkemuka ini sempat menyentuh level $79.561 pada sesi perdagangan Asia, jauh di bawah level tertingginya yang melampaui $109 ribu bulan lalu.

Bitcoin sebelumnya mengalami reli besar setelah kemenangan Donald Trump dalam pemilu November lalu. Sikap pro-kripto Trump, termasuk janji untuk melonggarkan regulasi dan menjadikan AS sebagai pusat kripto global, telah mendorong optimisme di pasar.

Namun, euforia tersebut mulai meredup setelah kebijakan Trump yang lebih luas, seperti penerapan tarif perdagangan terhadap mitra dagang, memicu kekhawatiran akan potensi perang dagang global. Selain itu, rencana pemotongan pajak dan pengetatan kebijakan imigrasi telah memunculkan spekulasi tentang potensi inflasi yang lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Di saat yang sama, data ekonomi menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi AS, menambah ketidakpastian di pasar dan semakin menekan harga aset-aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Disclaimer: Semua informasi yang disediakan di Publica.id ini tidak dimaksudkan sebagai saran atau rekomendasi investasi. Pastikan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi.
Airul Anwar

Founder Kriptopedia dan Mastah SEO | Crypto Enthusiast sejak 2017 | Elliott Wave Analyst | SEO Specialist sejak 2011