— Legenda Liverpool, John Barnes, meminta agar para penggemar tidak memberikan ekspektasi yang terlalu tinggi kepada pemain muda Ryo Ngumoha. Barnes menekankan bahwa Ngumoha masih membutuhkan waktu untuk berkembang dan beradaptasi di level profesional.

Ryo Ngumoha, yang lahir di London, melakukan debutnya di tim utama Liverpool pada musim 2024/2025 dan mulai mendapatkan menit bermain yang cukup pada musim lalu. Meskipun belum menjadi pilihan utama, pemain berusia 17 tahun itu telah tampil dalam 30 pertandingan di berbagai kompetisi, mencetak dua gol dan memberikan satu assist.

Liverpool tentu memiliki harapan besar agar Ngumoha terus menunjukkan peningkatan performa di musim ini. Ia kini dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di klub.

Namun, tantangan bagi Ngumoha tampaknya akan semakin besar di musim mendatang. Perubahan manajerial dari Arne Slot ke Andoni Iraola berpotensi memengaruhi jatah bermainnya, mengingat Slot adalah pelatih yang memberinya debut. Selain itu, Liverpool dikabarkan sedang mengincar pemain sayap baru, Bradley Barcola, dari Paris Saint-Germain, yang akan semakin meningkatkan persaingan untuk mendapatkan waktu bermain.

Menanggapi situasi ini, John Barnes menyarankan agar tidak ada ekspektasi berlebihan terhadap Ngumoha. Ia menilai Ngumoha masih dalam tahap perkembangan dan perlu melalui proses yang matang.

Barnes tidak ingin Ngumoha langsung diharapkan menjadi andalan baik untuk Liverpool maupun tim nasional Inggris di usia yang sangat belia. “Langkah selanjutnya adalah dia harus bermain secara rutin. Masalahnya, dia tidak bermain secara rutin, namun kita langsung berasumsi bahwa tiba-tiba saja dia akan bermain untuk timnas Inggris, mencetak banyak gol, dan menjadi pemain terbaik dunia. Sayangnya, kita terlalu sering membebani pemain muda dengan ekspektasi seperti itu. Padahal saat ini, dia bahkan bukan pemain utama,” ujar Barnes seperti dikutip dari Sportskeeda.

Ia menambahkan, “Oleh karena itu, kita harus membiarkannya berkembang dan tumbuh secara bertahap. Dia perlu masuk ke dalam tim secara perlahan dan mengamankan posisinya terlebih dahulu, sebelum kita mulai membicarakan soal dirinya menjadi pemain kunci Liverpool atau pemain papan atas timnas Inggris.”