News

Realisasi Anggaran MBG Capai Rp20 Triliun hingga September 2025

Realisasi Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp20 Triliun

Realisasi serapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai angka yang signifikan hingga bulan September 2025. Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, menyampaikan bahwa realisasi saat ini mencapai sekitar Rp20 triliun. Angka tersebut setara dengan 28,2 persen dari pagu anggaran MBG tahun ini yang sebesar Rp71 triliun.

Penerima manfaat dari program ini sudah mencapai 30 juta orang, sementara jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat mencapai 13 ribu. Prima menilai peningkatan ini cukup pesat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa perkembangan ini menunjukkan keberhasilan dalam penerapan mekanisme dan pengelolaan program.

Pada bulan Agustus 2025, realisasi serapan anggaran MBG tercatat sebesar Rp13 triliun atau 18,3 persen dari pagu anggaran. Dana tersebut disalurkan kepada 22,7 juta penerima dengan bantuan dari 7.644 SPPG. Dengan adanya peningkatan yang signifikan, hal ini menunjukkan bahwa proses distribusi dan pengelolaan dana semakin efektif.

Perubahan Mekanisme Pencairan Anggaran

Prima menjelaskan perubahan mekanisme pencairan anggaran MBG. Pada periode Januari hingga April 2025, pencairan dilakukan melalui sistem reimburse, yaitu belanja terlebih dahulu kemudian ditagihkan. Namun, sejak Mei hingga September 2025, mekanismenya diubah menjadi penyerahan dana di awal. Perubahan ini dilakukan sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ingin cakupan penerima MBG lebih luas.

“Mengenai mekanisme, ini memang ada perubahan. Sampai April kita menganut mazhab reimburse. Tapi setelah April, tidak begitu. Mereka bikin perencanaan, sampai 10 hari ke depan disampaikan ke kami, lalu kami bayar,” jelas Prima.

Efisiensi dan Kecepatan dalam Pengelolaan

Perubahan mekanisme tersebut terbukti mampu meningkatkan realisasi serapan anggaran. Prima menyebut bahwa sejak mekanisme diubah, serapan meningkat tiga kali lipat. “Kalau kita lihat, pergerakan realisasi MBG sekarang sudah mulai cepat. Setelah April, naik tiga kali lipat realisasinya hingga September. Ini berarti proses di BGN (Badan Gizi Nasional) semakin baik,” ujarnya.

Menurut Prima, mekanisme baru ini didasarkan pada dua faktor utama. Pertama, instruksi Presiden agar Badan Gizi Nasional mempercepat penyaluran. Kedua, hasil evaluasi pemerintah yang menetapkan mekanisme lebih efektif dan efisien untuk model bisnis MBG.

Tantangan dan Langkah Lanjutan

Meskipun realisasi serapan anggaran meningkat secara signifikan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah memastikan kualitas layanan dan distribusi dana yang merata. Selain itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, serta lembaga penyelenggara program.

Untuk itu, Prima menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan program. Hal ini bertujuan agar semua penerima manfaat dapat merasakan manfaat dari program Makan Bergizi Gratis secara optimal.

Dengan adanya perbaikan mekanisme dan peningkatan realisasi, diharapkan program MBG dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Penulis: Nida’an Khafiyya